https://betwin188.website/

2 Cerita Penumpang Yang Meninggal di Pesawat

Lagi, berita duka menyelimuti dunia penerbangan Indonesia. Bukan, kali ini bukan kecelakaan pesawat. Salah seorang penumpang Lion Air didapati mengalami kesulitan dalam dan dalam pesawat. Penumpang ditunjuk Abdul Rahman (38) ini Berangkat pada Selasa, 21 Juni lalu. Dalam perjalanan dari Banjarmasin menuju Surabaya.

Dikutip betwin188 Penumpang asal Masanuk, Kelayu, Lombok Timur, NTB ITU Meninggal Dunia di Tempat duduknya Sekitar 30 Menit SEBELUM mendarat. Berikut kronologinya.
Tak sendiri, kala itu Abdul Rahman tiba dengan nyanyian si adik, Abdul Wahid yang duduk di sebelahnya. Wahid pun mengaku kaget melihat kesulitan kakaknya. Terang saja, dia langsung memanggil pramugari untuk meminta pertolongan.

Kejadian itu pun tak pelak membuat seisi pesawat heboh. Semua pramugari memberi pertolongan saat korban terengah-engah. Namun kesusahan, upaya memberi bantuan energi kepada Rahman tidak mampu menyelamatkan jiwanya. Wahid semakin panik karena pandangan kakaknya sudah kosong.

Kabarnya, Rahman memang sakit dulu sebelum menjadi penumpang utama Lion Air

Ceritanya, Wahid menemani Rahman pulang ke Lombok via Surabaya dari Banjarmasin. Kata teman Rahman, korban di rumah sakit beberapa saat. Setelah kondisi membaik, barulah mereka turut dalam penerbangan.
Rahman harus bekerja di Banjarmasin, tapi dia jatuh sakit dan salah di RS RS Banjarmasin. Mereka memang akan transit di Surabaya dulu, untuk kemudian naik Lion lagi menuju Lombok. Visum dilakukan di RSUD Dr Soetomo, baru jenazah diterbangkan ke Lombok. Diduga kuat korban keluar karena menderita sakit hati.

Ini bukan kali pertama yang ada di dalam dan di dalam pesawat Lion Air
9 Februari lalu, juga ada kejadian bayi terjadi 4,5 bulan bernama Alfaro meninggal dalam pesawat Lion rute Batam-Surabaya. Alfaro meninggal bahkan hanya beberapa menit setelah pesawat tinggal landas (lepas landas) dari bandara Hang Nadim. Mengetahui ada salah satu Pribadi yang meninggal. pilot pesawat pun memutuskan untuk kembali.

Kasusnya sama, bayi itu ternyata dalam kondisi kurang sehat. Tapi sayang, sang ibu yang menemani tidak jujur ​​dengan kondisi bayinya. Sebab, berulang kali ditanya, si ibu tidak mengaku. Saat check in pesawat, dia mengatakan bahwa bayinya sehat. Karena kejadian ini, Lion Air pun mengucapkan kata lalai, mereka dituding tidak menjalankan aturan ketat terkait kematiannya bayi 4,5 tahun itu. Menanggapi hal tersebut, pihak Lion menyatakan, bahwa dari counter check in sudah menanyakan kondisi bayi ke ibunya. Sang ibu sendiri yang memastikan kondisi buah hatinya sehat dan baik-baik saja. Bayi sendiri, syarat cuaca minimum untuk tiga bulan.

Kasus lain juga terjadi di luar negeri, penyebabnya memang bukan dari maskapai penerbangan yang mereka tumpangi, melainkan kelalaian penumpang itu sendiri.
Bayi berumur 4 bulan meninggal dalam maskapai penerbangan Cathay Pacific yang sedang bertolak dari London menuju Hongkong pada 17 April lalu. Menurut laporan yang dikutip dari news.com, bayi tersebut dipercaya mengidap penyakit gastrointestial atau penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Utamanya lambung dan usus. Akibatnya, pendaratan darurat pun dilakukan di Bandara Almaty, Kazakhstan.

Maret lalu, seorang gadis berusia sembilan tahun dari Italia juga meninggal dalam penerbangan dari Shanghai menuju Munich. Dia meninggal karena penyakit yang dideritanya.

Karena bertambahnya jumlah penumpang yang meninggal selama penerbangan, beberapa maskapai bahkan telah menyediakan perlengkapan seperti kantong jenazah dan peti mati
Memang tak ada yang tahu perihal kematian kapan akan datang. Tapi ada baiknya, jika dalam kondisi tak sehat tidak usah memaksa untuk bepergian. Kurangnya dukungan medis saat bepergian hanya akan memperburuk kondisi.

Januari 2015 lalu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sempat mewajibkan seluruh maskapai penerbangan untuk menyediakan minimal satu tenaga medis untuk memeriksa kesehatan awak pesawat sebelum terbang. Tenaga medis itu bertugas mengukur tensi darah dan alkohol awak penerbangan. Tentu saja tujuannya untuk mencegah hal-hal yang bisa mengganggu penerbangan nantinya.

Nah, memberikan minimal seorang perawat di dalam pesawat juga akan berguna untuk mencampurnya selama tiba persis ada uang yang mengeluhkan kesehatannya.

Pesan dari kejadian-kejadian ini sederhana. Jika Anda mengkhawatirkan kondisi Anda untuk melakukan perjalanan dengan pesawat, mohon periksakan diri Anda ke dokter sebelum memesan tiket. Anda juga bisa mendapatkan lebih banyak dari Anda dalam kondisi sakit atau kondisi khusus yang dapat membahayakan Anda sendiri dalam perjalanan. Berhati-hatilah dalam perjalanan, jaga kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *